Showing posts with label LAYANAN KEUANGAN NON BANK. Show all posts
Showing posts with label LAYANAN KEUANGAN NON BANK. Show all posts

Friday, November 24, 2017

Dasar Dan Prinsip Asuransi

   Asuransi ©2017/Liputanberita21.com

LIPUTANBERITA21.COM - Selamat malam kepada pembaca setia berita Liputan berita 21 bagaiamana kabar nya maaf kemarin Liputan Berita 21 tidak ngepost artikel yang bermanfaat tapi kali ini Liputan Berita 21 telah kembali lagi dengan membawakan informasi yang bermanfaat .Sebelumnya Liputan Berita 21 telah membagikan artikel tentang  Pengertian, Jenis-jenisnya, manfaat dan Contoh Perusahaan dari Asuransi.
 
Baca Juga:Pengertian, Jenis-jenisnya, manfaat dan Contoh Perusahaan dari Asuransi. 
 
 Pasti kalian jika mendengarkan kalimat asuransi pasti di pikiran kalian adalah bantuan yang bermanfaat untuk kalian sendiri baik uang atau yang lainnya. Pelajaran Asuransi sendiri bisa kita dapatkan di SMK yang jurusan di Perbankan/Akuntansi. Dengan ada nya asuransi permasalahkan kita dapat di ringan, Karena asuransi merupakan Lembaga keuangan Non bank. 

Oh ya jika kalian pengen tahu lebih jauh jenis-jenis asuransi nanti akan saya kasih tahu informasi nya. baiklah untuk menghemat waktu kita langsung ke intinya Selamat membaca

Dasar Dan Prinsip Asuransi
Dasar dari suatu perjanjian asuransi adalah mengelakkan suatu resiko dengan menyerahkannya/membebankanya kepada orang lain. Unsur-unsur yuridis dari suatu asuransi adalah:
1. Adanya pihak tertanggung (pihak yang kepentingannya diasuransikan)
2. Adanya pihak penanggung (pihak perusahaan asuransi yang menjamin akan membayar ganti rugi)
3. Adanya perjanjian asuransi (antara penanggung dan tertanggung)
4. Adanya pembayaran premi (oleh tertanggung kepada penanggung)
5. Adanya kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan (yang diderita oleh tertanggung).
6. Adanya suatu peristiwa yang tidak pasti terjadinya
Prinsip Asuransi
Menurut KUH Dagang yang merupakan prinsip dasar asuransi atau pertanggungan adalah sebagai berikut:
1. Prinsip Kepentingan yang Dapat Diasuransi ( Insurable Interest)
Prinsip Kepentingan yang bisa diasuransikan atau dipertanggungkan ini terkandung dalam ketentuan Pasal 250 KUHD yang pada intinya menentukan bahwa agar suatu perjanjian dapat dilaksanakan, maka objek yang asuransikan haruslah merupakan suatu kepentingan yang dapat diasuransikan (insurable interest), yakni kepentingan yang dapat dinilai dengan uang. Dengan perkataan lain, menurut asas ini seseorang boleh mengasuransikan barang-barang apabila yang bersangkutan mempunyai kepentingan atas barang yang dipertanggungkan.

2. Prinsip keterbukaaan (Utmost Good Faith)
Prinsip keterbukaan (utmost good faith) ini terkandung dalam ketentuan Pasal 251 KUHD yang pada intinya menyatakan bahwa penutupan asuransi baru sah apabila penutupannya didasari itikad baik.


3. Prinsip Indemnitas (Indemnity)
Prinsip Indemnitas terkandung dalam ketentuan Pasal 252 dan Pasal 253 KUHd. Menurut prinsip indemnitas bahwa yang menjadi dasar penggantian kerugian dari penanggung kepada tertanggung adalah sebesar kerugian yang sesungguhnya diderita oleh tertanggung adalah sebesar kerugian yang sesungguhnya diderita oleh tertanggung dalam arti tidak dibenarkan mencari keuntungan dari ganti rugi asuransi. Dengan kata lain, inti dari prinsip idemnitas adalah seimbang, yakni seimbang antara kerugian yang betul-betul diderita oleh tertanggung dengan jumlah ganti kerugiannya. Sehubungan dengan hal tersebut, prinsip ganti kerugian hanya berlaku bagi asuransi yang kepentingannya dapat dinilai dengan uang, yakitu asuransi kerugian.
Dalam KUHD diperkenankan terjadinya asuransi berganda, sepanjang asuransi dilakukan dalam itikad baik. Tetapi mengenai itikad baik ini tidak dijelaskan lebih lanjut dalam KUHD.

4. Prinsip Subrogasi
Subrogasi adalah penggantian kedudukan tertanggung oleh penanggung yang telah membayar ganti kerugian, dalam melaksanakan hak-hak tertanggung kepada pihak ketiga yang mungkin menyebabkan terjadinya kerugian. Prinsip subrogasi ini terkandung dalam ketentuan pasal 284 KUHD yang pada intinya menentukan bahwa apabila tertanggung sudah mendapatkan penggantian atas dasar prinsip lain, walaupun jelas ada pihak lain yang bertanggung jawab pula atas kerugian yang dideritanya. Penggantian dari pihak lain harus diserahkan pada penanggung yang telah memberikan ganti rugi yang dimaksud.
Akan tetapi ada kemungkinan terjadi kerugian yang diderita oleh tertanggung tidak diganti sepenuhnya oleh penanggung. Apabila pasal 284 KUHD dilaksanakan secara ketat maka menimbulkan ketidakadilan bagi tertanggung sebab kehilangan haknya untuk menuntut ganti kerugian kepada pihak ketiga. Untuk menyelesaikan masalah itu, maka menurut Emmy Simanjuntak sebaiknya diterapkan subrogasi terbatas.

5. Prinsip Sebab Akibat (Proximate Cause)
Dengan ditutupnya perjanjian asuransi, menimbulkan kewajiban kepada penanggung untuk memberikan ganti kerugian karena tertanggung menderita kerugian. Untuk itu harus dapat ditentukan apakah peristiwa yang menjadi penyebab kerugian berada dalam tanggungan penanggung. Dengan perkataan lain harus ditelaah kaitan dengan peristiwa tersebut dengan kerugian yang terjadi. Apabila kerugian tersebut disebabkan oleh peristiwa yang tidak termasuk penyebab kerugian yang diakui dalam asuransi, maka penanggung dibebaskan dari kewajibannya.

6. Prinsip Gotong Royong
Prinsip ini maksudnya penyelesaian masalah yang timbul dilakukan dengan cara bersama-sama.

Demikian Artikel ini semoga bermanfaa untuk kalian
Read More

Sunday, September 10, 2017

Pengertian Dan Jenis-Jenis Leasing

    Ilustrasi Leasing©2017 Liputanberita21.com


LIPUTANBERITA21.COM -Selamat siang para pembaca setia blog Liputanberita21.com maaf sudah lama tidak mengupdate untuk kalian, hari ini liputan berita 21 akan membagikan artikel untuk kalian khusus untuk anak sekolahan dan bisa juga untuk kalian supaya dapat memahami artikel ini yang bertema Leasing, Selamat membawa

Definisi Leasing

Kata  leasing  berasal dari  bahasa  Inggris yaitu  kata  lease  yang  berarti menyewakan. Leasing sebagai suatu lembaga pembiayaan dapat dikatakan sebagai suatu kegiatan yang masih sangat muda atau baru dilaksanakan di Indonesia pada awal  tahun  1970-an  dan  baru  diatur  untuk  pertama  kali dalam  peraturan perundang-undangan Republik Indonesia sejak   tahun 1974. Eksistensi prananta hukum leasing di Indonesia sendiri suda h ada beberapa perusahaan leasing yang statusnya sama sebagai suatu lembaga keungan non bank. Oleh karena itu, maka yang dimaksudkan dengan leasing adalah setiap kegiatan pembiyaan perusahaa dalam   bentuk   penyediaan   atau   menyewakan   barang-barang   modal   untuk digunakan oleh perusahaan lain dalam jangka waktu tertentu dengan kriteria pembiyaan perusahaan
  • pembayaran sewa dilakukan secara berkala 
  • penyediaan barang-barang modal
  • disertai dengan hak pilih atau hak opsi 
  • adanya nilai sisa yang disepakati.
Jenis leasing
1. Finance Lease, yaitu suatu kegiatan sewa guna yang dilakukan antara pihak lessor (pemilik barang modal) dengan pihak penyewa (lesse), dimana pihak lesse nantinya memiliki hak untuk dapat membeli barang yang disewa gunakan tersebut sesuai dengan sisa yang telah disepakati pada akhir masa kontrak. Dengan kata lain status kepemilikan barang yang dileasingkan nantinya bisa berubah pada akhir masa perjanjian kontrak. Dalam sistem ini terdapat dua jenis akad, yaitu akad sewa dan juga akad beli.
2. Operating Lease, yaitu suatu kegiatan sewa guna yang dilakukan antara pihak lessor dengan pihak lesse, dimana pihak lesse pada akhir kontrak nantinya tidak memiliki hak opsi untuk membeli barang-barang yang disewagunakan tersebut. Dengan kata lain, pihak lesse hanya mendapatkan manfaat dari barang-barang yang disewanya saja, sedangkan status kepemilikan barang tetap menjadi hak milik pihak lessor.

Demikian Artikel ini semoga bermanfaat untuk kalian
Read More

Thursday, August 17, 2017

Pengertian,Fungsi dan Misi Visi Pegadaian

Logo Pegadaian©2017 Liputanberita21.com/2017

Liputanberita21.com -Selamat Pagi para pembaca setia Blog ini , Pertama-Pertama kita ucapkan dulu Selamat Dirgahayu RI yang 72 tahun,apa kabarnya kalian semua semoga di berikan kesehatan sama Allah Swt, maaf sebelumnya karena Liputan berita 21 sudah lama tidak memberikan Informasi tentang Lknb(Layanan Keuangan non bank) kini Liputan berita 21 akan memberikan Informasi yang bermanfaat untuk kalian semua.

Siapa sih yang tidak kenal sama pegadaian, Pegadaian merupakan salah satu lembaga keuangan non bank, dimana pegadaian tersebut memberikan layanan kepada masyarakat untuk mengadaikan barang yang di miliki oleh kita,Bunga Pegadaian ini lebih besar dari bunga bank maka nya dari itu kalo mau gadaikan barang harus berpikir panjang dahulu.

Jika Kita tidak dapat menebus barang yang kita gadaikan kepada pegadaian maka barang kita akan di lelang oleh pegadaian tersebut.Barang yang bisa kita gadaikan yaitu barang yang berharga seperti emas,Tv,Perhiasan,Smartphone dll. Baiklah kita akan ke topik pembahasan nya saja supaya tidak terlalu lama menunggu.

Selamat membaca

 A. Pengertian pegadaian
Pengadaian merupakan lembaga keuangan bukan bank yang memberikan kredit dengan masyarakat dengan cara khusus yaitu hukum gadai . Menurut hukum gadai calon peminjam mempunyai kewajiban untuk menyerahkan hartanya sebagai jaminan kepada pihak pengadaian. Dalam hukum tersebut juga termuat pembelian hak kepada pengadaian untuk melakukan penjualan (lelang) atas jaminan tersebut apabila batas waktu pemberian pinjaman sudah habis dan peminjam tidak menebus jaminannya.

B. Fungsi pegadaian
1.                   Mengelola penyaluran uang pinjaman atas dasar hukum gadai dengan cara mudah, cepat, aman dan hemat.
2.                  Menciptakan dan mengembangkan usaha-usaha lain yang menguntungkan bagi pegadaian maupun masyarakat.
3.                  Mengelola keuangan, perlengkapan, kepegawaian, pendidikan dan pelatihan.
4.                  Mengelola organisasi, tata kerja dan tata laksana pegadaian.

5.                  Melakukan penelitian dan pengembangan serta mengawasi pengelolaan pegadaian


VISI DAN MISI
VISI :
PEGADAIAN MAMPU MENJADI "CHAMPION" DALAM PEMBIAYAAN MIKRO DAN KECIL BERBASIS GADAI MASYARAKAT MENENGAH KE BAWAH


MISI:
1. Membantu untuk program pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah ke bawah dengan memberikan solusi keuangan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia.
2. Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten.
3. Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya


Demikian lah artikel nya semoga bermanfaat untuk kalian
Read More

Monday, July 17, 2017

Pengertian, Jenis-jenisnya, manfaat dan Contoh Perusahaan dari Asuransi

    Asuransi ©2017/Liputanberita21.com

Liputanberita21.com - Selamat malam kepada pembaca setia berita Liputan berita 21 bagaiamana kabar nya maaf kemarin Liputan Berita 21 tidak ngepost artikel yang bermanfaat tapi kali ini Liputan Berita 21 telah kembali lagi dengan membawakan informasi yang bermanfaat .Sebelumnya Liputan Berita 21 telah membagikan artikel tentang menghitung uang asuransi jiwa.  Seperti janji saya yang akan membagikan informasi tentang Jenis-Jenis Asuransi , malam ini saya menepati janji tersebut bahkan saya menambahkan bukan hanya jenis- Jenis Asuransi bahkan ada lainnya.

 Pasti kalian jika mendengarkan kalimat asuransi pasti di pikiran kalian adalah bantuan yang bermanfaat untuk kalian sendiri baik uang atau yang lainnya. Pelajaran Asuransi sendiri bisa kita dapatkan di SMK yang jurusan di Perbankan/Akuntansi. Dengan ada nya asuransi permasalahkan kita dapat di ringkan, Karena asuransi merupakan Lembaga keuangan Non bank. Jenis-jenis Asuransi ada banyak sekali salah satu nya adalah Asuransi Jiwa. 

Oh ya jika kalian pengen tahu lebih jauh jenis-jenis asuransi nanti akan saya kasih tahu informasi nya. baiklah untuk menghemat waktu kita langsung ke intinya Selamat membaca



  1. PENGERTIAN ASURANSI
Menurut Undang-Undang No.2 Tahun 1992 Pasal 1 :

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”.Pada hakekatnya asuransi adalah suatu perjanjian antara nasabah asuransi (tertanggung) dengan perusahaan asuransi (penanggung) mengenai pengalihan resiko dari nasabah kepada perusahaan asuransi.
Resiko yang dialihkan meliputi: kemungkinan kerugian material yang dapat dinilai dengan uang yang dialami nasabah, sebagai akibat terjadinya suatu peristiwa yang mungkin/belum pasti akan terjadi (Uncertainty of Occurrence & Uncertainty of Loss). Misalnya :
1.      Resiko terbakarnya bangunan dan/atau Harta Benda di dalamnya sebagai akibat sambaran petir, kelalaian manusia, arus pendek.
2.      Resiko kerusakan mobil karena kecelakaan lalu lintas, kehilangan karena pencurian.
3.      Meninggal atau cedera akibat kecelakaan, sakit.
4.      Banjir, Angin topan, badai, Gempa bumi, Tsunami
  1. MANFAAT ASURANSI
 Setiap asuransi pasti bermanfaat, yang secara umum manfaatnya adalah :
1. Memberikan jaminan perlindungan dari risiko-risiko kerugian yang diderita satu pihak.
2. Meningkatkan efisiensi, karena tidak perlu secara khusus mengadakan pengamanan dan pengawasan untuk memberikan perlindungan yang memakan banyak tenaga, waktu dan biaya.
3. Transfer Resiko; Dengan membayar premi yang relatif kecil, seseorang atau perusahaan dapat memindahkan ketidakpastian atas hidup dan harta bendanya (resiko) ke perusahaan asuransi.
4. Pemerataan biaya, yaitu cukup hanya dengan mengeluarkan biaya yang jumlahnya tertentu dan tidak perlu mengganti/membayar sendiri kerugian yang timbul yang jumlahnya tidak tentu dan tidak pasti.
5. Dasar bagi pihak bank untuk memberikan kredit karena bank memerlukan jaminan perlindungan atas agunan yang diberikan oleh peminjam uang.
6. Sebagai tabungan, karena jumlah yang dibayar kepada pihak asuransi akan dikembalikan dalam jumlah yang lebih besar. Hal ini khusus berlaku untuk asuransi jiwa.
7. Menutup Loss of Earning Power seseorang atau badan usaha
3. JENIS ASURANSI
Jenis asuransi dapat diuraikan sebagai berikut:
  • Asuransi kebakaran
    Asuransi kebakaran ialah asuransi yang mempertanggungkan kerugian akibat kebakaran yang terjadi di daratan.Kalau suatu bangunan telah diasuransikan terhadap bencana kebakaran, maka dicantumkan dalam perjanjian.
  • Asuransi pengangkutan
    Asuransi pengangkutan adalah asuransi yang mempertanggungkan kemungkinan resiko terhadap pengangkutan barang.
    Asuransi pengangkutan dapat dibagi menjadi:
    a. Asuransi pengangkutan darat – sungai
    b. Asuransi pengangkutan laut
    c. Asuransi pengangkutan udara.
  • Asuransi jiwa
    Persetujuan antara kedua pihak, yang di dalamnya tercantum pihak mana yang berjanji akan membayar premi dan pihak lain yang berjanji akan membayar sejumlah uang yang telah ditentukan jika seseorang tertanggung meninggal atau selambat-lambatnya pada waktu yang ditentukan. Asuransi jiwa adalah perjanjian antara perusahaan asuransi dengan konsumen yang menyatakan bahwa perusahaan asuransi akan memberikan santunan sejumlah dana apabila konsumen meninggal dunia, atau ditanggung sampai masa tertentu. Dengan adanya asuransi jiwa ini, maka keluarga yang ditinggalkan merasa aman dari segi keuangan, walaupun ini tidak diharap-harap.
    Pangsa pasar asuransi jiwa di negara kita sangat potensial. Tahun 2001 sudah ada 10,71% penduduk yang menjadi konsumen asuransi jiwa, sebagaimana diungkapkan oleh AAJI = Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia.
    Asuransi jiwa terdiri atas dua macam yaitu:
    a.       Asuransi modal, pada asuransi ini telah tercantum dalam polis bahwa bila telah tiba saatnya (meninggal/habis masa asuransi) maka ganti rugi akan dibayar sekaligus.
    b.      Asuransi nafkah hidup, di sini ganti rugi dibayarkan secara berkala selama yang dipertanggungkan masih hidup.
  • Asuransi kredit
    Mempertanggungkan kemungkinan resiko pemberian kredit kepada orang lain. Dalam hal ini asuransi hanya mengganti kerugian setinggi-tingginya 75% dari kerugian.Di negara kita pernah ada LJKK (Lembaga Jaminan Kredit Koperasi) yang memberi jaminan kepada Bank, terhadap pinjaman koperasi.
  • Asuransi kecurian
    Yang termasuk dalam asuransi kecurian ini harus disebutkan satu persatu barang yang diasuransikan itu. Apabila terjadi resiko, maka barang-barang tersebut akan diganti.
  • Asuransi perusahaan
Pertanggungan kerugian ini menyangkut perusahaan yang dirugikan oleh suatu sebab yang dapat menghentikan/menghambat kegiatan perusahaan.Ganti kerugiannya biasanya didasarkan kepada keuntungan kotor yang terlepas karena terhentinya kegiatan perusahaan tersebut.

7. Asuransi mobil
Resiko yang dipertanggungkan dalam asuransi kendaraan bermotor ini antara lain: kerugian atau kerusakan kendaraan yang disebabkan oleh tabrakan, benturan, terbalik, tergelincir dijalan, oleh sebab apapun juga, karena perbuatan jahat orang lain, pencurian, kebakaran, sambaran petir, juga termasuk kerugian karena adanya uru hara, dan total lost dari kendaraan.
8. Asuransi Pendidikan
Setelah buah hati anda beranjak membesar dan sudah waktunya untuk sekolah, anda tidak perlu lagi repot-repot sama urusan biaya pendidikan.
  1. Asuransi tenaga kerja (Astek)
Asuransi tenaga kerja yaitu usaha asuransi yang dibentuk oleh pemerintah untuk menanggung resiko yang menimpa tenaga kerja diperusahaan/pabrik.Dengan jasa asuransi ini para pengusaha dan masyarakat umumnya dapat mengurangi/meringankan malapetaka.Selain itu dengan asuransi diharapkan perlindungan ekonomi, finansial dengan menyediakan fasilitas yang dapat membantu kepentingan orang banyak.


Contoh perusahaan Asuransi Pendidikan
bumi puteraAsuransi Bumiputera adalah asuransi paling tua yang ada di Indonesia. Bumipetera juga menjadi saksi kemerdekaan bangsa ini, karena Bumiputera juga didirikan oleh putera bangsa sejak kemeredaakan Indonesia. Jadi, kredibelitas perusahaan asuransi ini tidak perlu dipertanyakan lagi dan tentunya terpacaya karena sudah lebih dari 100 tahun Bumiputera melayani semua nasabahnya yang tersebar di seluruh pojok nusantara.
Dari sekian banyak produk asuransi yang ditawarkan oleh Bumiptera, ada satu asuransi yang selalu menjadi pilihan banyak pasangan yang baru menikah, yaitu Asuransi Pendidikan. Asuransi Pendidikan Bumiputera sangat cocok bagi anda yang baru saja membina rumah tangga dan paling cocok bagi anda yang lagi menunggu kelahiran anak tercinta. Agar nanti setelah buah hati anda beranjak membesar dan sudah waktunya untuk sekolah, anda tidak perlu lagi repot-repot sama urusan biaya pendidikan anak anda.
Secara umum Asuransi Pendidikan Bumiputera memiliki dua jenis yang dapat anda sesuiakan sama kebutuhan anda. Jadi, terlebih dahulu anda harus mengenali kebutuhan yang paling mendasar dari rumah tangga dan yang berkaitan dengan pendidikan anak tercinta anda kelak. Kedua jenis asuransi pendidik yang ditawarkan oleh Bumipuera memang secara didesain agar bisa memberi manfaat secara maksimal terhadap semua nasabhanya, manfaat dari keduanya pun juga berbeda. Berikut ini penjelasan selengkapnya.
VISI
To Be the Premier Retail Bank in Indonesia\
MISI
Ensuring Customer Delight, Optimizing Stakeholder Value, Focusing on Consumer, Micro & SME Segment, Through High Standard of Corporate Governance.

Objective

  • To achieve total assets size of Rp.65 tio by 2014, non-organic growth opportunities to be exploited. ROE of least 20%
  • To focus on medium & low retail segment (SME, Micro), Corporate & Cross Selling
  • To focus on low & midle income consumer groups & make in roads into mass affluent segment
Mitra Beasiswa Berencana
Jenis produk asuransi Mitra Beasiswa Berencana yang ditawarkan oleh Bumiputera secara khusus merupakan program asuransi menggunakan basis tabungan yang menggabungkan type asuransi jenis konvensional atau tradisional pada umumnya. Mitra Beasiswa Berencana akan menjamin biaya pendidikan anak tercinta anda mulai Taman Kanak-Kanak sampai anak anda belajar di Perguruan Tinggi. Kelebihan dari asuransi jenis ini, nomilal dana anda sudah pasti dan anda pun juga dapat mengetahuinya sejak awal kontrak asuransi bersama Bumiputera.
Mitra Cerdas
Mitra Cerdas adalah jenis asuransi lain dari Bumiptera yang berbasiskan program asuransi investasi. Jenis asuransi ini lebih mengatamakan saving plan (semi unit link), jadi dengan demiaki biaya pendidikan anak anda bisa terjamin mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi. Untuk jumlah nominal dana dapat berkembang selama anda masih memiliki kontrak asuransi di Bumiputera. Perbedaan lain antara Mitra Cerdas dengan Mitra Beasiswa Berencana, ketika program Mitra Cerdas ini dana yang anda disetor nantinya akan dikembangkan sama perolehan hasil investasi sedikitnya 4,5 persen setiap tahunnya dan maksimalnya tidak terhingga.
Terkahir, sebagai informasi tambahan, asuransi pendidikan yang dikeluarkan oleh Bumiputera ini dikeluarkan oleh devisi Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912. Tujuannya untuk menjamin pendidikan anak-anak anda mulai dari taman kanak-kanak sampadi dia ke perguruan tinggi. Tidak hanya itu saja program asuransi Bumiputera ini cukup berbeda dengan produk serupa keluaran perusahaan asuransi lainnya.
Asuransi pendidikan yang dikeluarkan oleh Bumiputera memang secara khusus dirancang memastikan bahwa anak-anak anda nantinya akan tetap bisa melanjutkan pendidikan dengan dana beasiswa hingga anda anda lulus dari bangku kuliah. Hebat dari program asuransi pendidikan Asuransi Bumiputera ini, anak-anak yang sudah tergabung dalam asuransi pendidikan akan terus tetap bisa melanjutkan kuliah hingga sarjana sekali pun orang tua mereka meninggal dunia.
Itu semua dapat anda temuka di program Mitra Beasiswa Berencana. Program tersebut akan menjamin anak anda mendapatkan Dana Kelangsungan Belajar (DKB) secara bertahap sekali pun orang tuanya meninggal dunia. Tapi, dana beasiswa dibayarkan nanti pada saat periode asuransi berakhir.
Pada Bumi Putera Resiko didalam Asuransi adalah ketidakpastian akan terjadinya suatu peristiwa yang dapat menimbulkan kerugian ekonomis. Contoh dari berbagai macam resiko, seperti resiko kebakaran, tertabrak kendaraan lain, resiko terkena banjir di musim hujan, resiko gempa bumi dan sebagainya, dapat menyebabkan kita menanggung kerugian jika risiko-risiko tersebut tidak kita antisipasi dari awal.
Istilah resiko (risk) juga memiliki berbagai definisi. Vaughan (1978) mengemukakan beberapa definisi risiko sebagai berikut:
•    Risk is the chance of loss (
Risiko akan menimbulkan kerugian)
Chance of loss berhubungan dengan suatu exposure (keterbukaan) terhadap kemungkinan kerugian. Dalam ilmu statistik, chance dipergunakan untuk menunjukkan tingkat probabilitas akan munculnya situasi tertentu. Sebagian penulis menolak definisi ini karena terdapat perbedaan antara tingkat risiko dengan tingkat kerugian. Dalam hal chance of loss 100%, berarti kerugian adalah pasti sehingga risiko tidak ada.
•    Risk is the possibility of loss (Risiko adalah kemungkinan kerugian)
Istilah possibility berarti bahwa probabilitas sesuatu peristiwa berada diantara nol dan satu. Namun, definisi ini kurang cocok dipakai dalam analisis secara kuantitatif.

•    Risk is uncertainty (Risiko adalah ketidakpastian)

Uncertainty dapat bersifat subjective dan objective. Subjective uncertainty merupakan penilaian individu terhadap situasi risiko yang didasarkan pada pengetahuan dan sikap individu yang bersangkutan. Objective uncertainty akan dijelaskan pada dua definisi risiko berikut.
•    Risk is the dispersion of actual from expected results (Risiko merupakan penyebaran hasil aktual dari hasil yang diharapkan)

Dari berbagai definisi diatas, risiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan, atau tidak terduga. Atau dengan kata lain akan menunjukkan adanya ketidakpastian.

 Demikian lah artikel yang saya bagikan semogga bermanfaat untuk kalian
Read More

Sunday, July 9, 2017

Menghitung Uang Dari Asuransi Jiwa

Ilustrasi Asuransi Jiwa/Liputanberita21.com/2017/

Liputanberita21.com - Selamat pagi sobat maaf ya sudah dua hari ini Liputan berita 21 tidak memberikan informasi untuk kalian, Kini Liputan Berita 21 kembali lagi yang akan membawakan informasi yang bermanfaat untuk kalian.sebelumnya Liputan berita 21 telah memberikan informasi yang berjudul sejarah asuransi di dunia dan di indonesia, Pasti kalian jika mendengarkan kalimat asuransi pasti di pikiran kalian adalah bantuan yang bermanfaat untuk kalian sendiri baik uang atau yang lainnya. Pelajaran Asuransi sendiri bisa kita dapatkan di SMK yang jurusan di Perbankan/Akuntansi. Dengan ada nya asuransi permasalahkan kita dapat di ringkan, Karena asuransi merupakan Lembaga keuangan Non bank. Jenis-jenis Asuransi ada banyak sekali salah satu nya adalah Asuransi Jiwa. Oh ya jika kalian pengen tahu lebih jauh jenis-jenis asuransi nanti akan saya kasih tahu informasi nya. baiklah untuk menghemat waktu kita langsung ke intinya Selamat membaca

oh ya saya hampir lupa Sebelum kita ke inti nya sebaiknya kita mengetahun poin-poin di bawah ini:
  • Nilai ekonomis yaitu suatu nilai dimana hasil pendapatan setahun Anda rata-ratakan dalam setiap bulannya. Atau bagi seorang pegawai adalah besarnya gaji bersih yang dibawa pulang ke rumah. Untuk kepentingan uang pertanggungan, fokusnya hanya pada nilai ekonomis bukan cukup atau tidaknya gaji tersebut.
  • Adanya individu selain Anda yang sangat bergantung dengan nilai ekonomis tersebut, misal istri, suami, anak, kakak, adik atau orang tua yang sudah pensiun.
  • Sangkutan dana pihak lain di dalam aktivitas bisnis, misal pinjaman personal di luar utang bank atau lembaga pembiayaan lain yang tidak memiliki asuransi jiwa.
Langsung bagaimana cara menghitung uang pertanggungan dengan benar dan optimal?Silakan simak di bawah karena Liputan Berita 21 akan mengasih penjabarannya
Metode Human Life Value
Pada metode Human Life Value ini, uang hasil asuransi jiwa akan di  pertanggungan secara mutlak dihitung berdasarkan pendapatan bulanan dikali dengan lamanya  dana tersedia untuk menopang hidup, tanpa memperhatikan faktor bunga maupun pertumbuhan dana jika uang pertanggungan disimpan dalam produk perbankan.
Metode Income Based Value
Metode income based valu ini berbeda dengan metode yang di atas. Metode Income Based Valule ini adalah menghitung uang pertanggungan dengan memperhitungkan besarnya bunga atau return jika uang pertanggungan yang diterima disimpan dalam produk perbankan.
Metode Financial Needs Based Value
Metode Financial Needs Based Value ini berbeda dengan 2 metode yang sebelumnya. Metode Financial Needs Based Value ini membahas Besar uang pertanggungan memiliki kisaran minimal sama dengan besarnya uang kebutuhan tertentu saat ini (present value) dikali dengan 150%. Lalu uang pertanggungan maksimal adalah sebesar uang di masa mendatang (future value) dikali dengan 80%.
Metode ini mutlak dikombinasikan dengan investasi yang dilakukan (baik secara bulanan atau tahunan) untuk mencapai kebutuhan keuangan di masa mendatang (future value) dari kebutuhan keuangan tersebut.
Metode ini juga dapat dipakai bagi mereka yang berpenghasilan bulanan sangat besar.
Sehingga kedua metode lain diatas tidak mungkin digunakan lagi, karena akan memberikan jumlah uang pertanggungan yang terlalu besar (kecil kemungkinan uang pertanggungan disetujui oleh perusahaan asuransi).

Apakah dengan metode yang ada di atas sudah jelas jika belum simak contoh dari 3 metode di atas di bawah ini:

Contoh Kasus Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa


Seorang ayah 35 tahun memiliki penghasilan bersih Rp 5 juta setiap bulannya, istri ibu rumah tangga mereka memiliki 1 orang anak usia 9 tahun. Jika sang ayah meninggal maka besarnya uang pertanggungan adalah sebagai berikut.
1. Jika menggunakan metoda Human Life Value, maka uang pertanggungan asuransi jiwa adalah:
Rp 5.000.000 x 12 x 5 =Rp 300.000.000
Ini berarti, jika diambil sebesar Rp 5 juta setiap bulannya akan bertahan selama 5 tahun (tanpa menghitung bunga atau pertumbuhan dana).

2. Jika menggunakan metoda Income Based Value, maka uang pertanggungan asuransi jiwa adalah:
(Rp 5.000.000 x 12) / 6% = Rp 1 miliar
Mengapa dibagi dengan 6 persen? Karena jika uang pertanggungan diterima, maka dana tersebut ditempatkan pada instrumen investasi pendapatan tetap seperti ORI (Obligasi Ritel Indonesia), reksadana pendapatan tetap, bukan pada deposito.
Secara historis memiliki kinerja setahun pada kisaran 6 persen s/d 8 persen. Jadi, uang sebesar Rp 1 miliar akan menghasilkan Rp 5 juta setiap bulannya karena Rp 1 miliar x (6% / 12) = Rp 5 juta.

3. Jika menggunakan metoda Financial Needs Based Value, maka pertanggungan asuransi jiwa adalah:
Nah metoda ini untuk memproteksi biaya pendidikan kelak jika sang ayah meninggal. Misalkan biaya pendidikan di universitas sekarang adalah Rp 200 juta, maka 9 tahun lagi biaya pendidikan menjadi sekitar Rp 550 juta dengan perkiraan kenaikan 12% setiap tahunnya.
Jadi, uang pertanggungan untuk memproteksi biaya pendidikan adalah sebesar Rp 550 juta.
Atau kalau ingin lebih murah bisa dengan uang pertanggungan Rp 275 juta, namun wajib dengan melakukan kombinasi investasi pada reksadana saham sebanyak Rp 250 ribu setiap bulannya, dengan target return sebesar 18% minimal per tahun.
Selanjutnya, bagaimana cara terbaik untuk memilih produk asuransi jiwa paling sesuai? Dalam hal pemilihan produk, tentu Anda akan memilih produk paling optimal.

Dalam kasus di atas, tentunya Anda harus mengetahui kisaran premi untuk masing-masing uang pertanggungan yang ada. Sehingga Anda dan keluarga mendapatkan manfaat terbaik yakni uang pertanggungan tinggi namun dengan pembayaran premi minimal.
   
Read More

Saturday, June 17, 2017

Sejarah Leasing Di Dunia dan Di Indonesia Terbaru

Ilustrasi Leasing/Liputanberita21.blogspot.com/

LiputanBerita21.Blogspot.com-Selamat siang semua nya kembali lagi dengan liputan berita 21 kali ini Liputan Berita 21 akan membawakan informasi yang akan bermanfaat untuk kalian, Pasti Kalian pernah dengan kata leasing, leasing adalah lembaga keuangan non bank yang menyediakan sewa- menyewa kepada masyarakat nya, Pasti kalian jika pengen kredit suatu kendaraan seperti sepeda motor dan mobil pasti kalian akan memenuhi dahulu persyaratan di leasing jika sudah di penuhi anda sudah boleh kredit kendaraan. di sini Liputan Berita 21 bukan membahas cara nya tapi membahas sejarah leasing tersebut, baiklah untuk menghemat waktu kita ke inti nya saja.
SELAMAT MEMBACA

SEJARAH LEASING DI DUNIA
Leasing adalah suatu bangunan hukum yang tidak lain merupakan improvisasi dari pranata hukum konvensional yang disebut 'sewa menyewa' (lease). Dikatakan konvensional, karena sewa menyewa merupakan bangunan tua dan sudah lama sekali ada dalam sejarah peradaban umat manusia. Pranata hukum
sewa menyewa sudah ada sejak 4.500 tahun sebelum Masehi, yaitu sewa menyewa yang dipraktekkan dan dikembangkan oleh orang-orang bangsa Sumeria.

Leasing dalam arti modern pertama kali berkembang di Amerika, kemudian menyebar ke Eropa bahkan ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Amerika, leasing dalam arti modern ini pertama kali dikenalkan, yaitu leasing yang berobyekkan kereta api. 

Perkembangan perusahaan leasing di Amerika :
  • Tahun 1850, tercatat adanya perusahaan leasing yang pertama di Amerika yang beroperasi di bidang leasing kereta api.
  • Tahun 1877, The Bell Telephone Company memperkenalkan leasing di bidang pelayanan telepon kepada para pelanggannya. 
  • Tahun 1980-an, bank-bank dan perusahaan-perusahaan leasing tumbuh subur sebagai lessor. Misalnya, perusahaan GATX merupakan lessor terbesar untuk leasing railcars, IBM merupakan lessor terbesar untuk leasing komputer, dan Xerox merupakan lessor terbesar untuk leasing mesin fotocopy. 

Perkembangan pranata hukum leasing di Amerika terjadi dengan cukup pesat, Selama dasawarsa 1980-an, volume leasing bertambah rata-rata 15 % tiap tahunnya. Menjelang dasawarsa 1980-an tersebut, lebih kurang sepertiga dari pengadaan peralatan bisnis baru di Amerika dilakukan dalam bentuk leasing. Eksistensi pranata hukum leasing di Indonesia baru terjadi di awal tahun 1970-an, dan baru diatur untuk pertama kalinya dalam perundang-undangan Republik Indonesia di tahun 1974. Beberapa peraturan di tahun 1974 tersebut merupakan tonggak sejarah perkembangan hukum tentang leasing di Indonesia. Peraturan-peraturan tentang leasing tersebut adalah :

  • Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor : KEP-122/MK/IV/2/1974, Nomor : 32/M/SK/2/1974, Nomor : 30/Kpb/I/1974, tertanggal 7 Pebruari 1974 tentang Perizinan Usaha Leasing.
  • Surat Keputusan Menteri Keuangan republikIndonesia Nomor : KEP.649/MK/IV/5/1974, tanggal 6 Mei 1974 tentang Perizinan Usaha Leasing.
  • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : Kep.650/MK/IV/5/1974, tangga; 6 Mei 1974 tentang Penegasan Ketentuan Pajak Penjualan dan Besarnya Bea Materai terhadap Usaha Leasing.
  • Pengumuman Direktur Jenderal Moneter Nomor : Peng-307/DJM/III.1/7/1974, tanggal 8 Juli 1974 tentang Pedoman Pelaksanaan Peraturan Leasing.
Setelah berbagai aturan yang dikeluarkan di tahun 1974, ada beberapa peraturan lagi yang terbit di tahun-tahun kemudiannya. Dan perkembangan sejarah bisnis leasing di Indonesia sangat terkait erat dengan policy pemerintah yang tertuang dalam peraturan-peraturan tersebut.



SEJARAH LEASING DI INDONESIA
1. Sejarah Leasing

Kehadiran industri pembiayaan (multi finance) di Indonesia sesungguhnya belumlah terlalu lama, terutama bila dibandingkan dengan di negara-negara maju. Dari beberapa sumber, diketahui industri ini mulai tumbuh di Indonesia pada 1974. Kelahirannya didasarkan pada surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri, yaitu Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan. Setahun setelah dikeluarkannya SKB tersebut, berdirilah PT Pembangunan Armada Niaga Nasional pada 1975. Kelak, perusahaan tersebut mengganti namanya menjadi PT (Persero) PANN Multi Finance. Kemudian, melalui Keputusan Presiden (Keppres) No.61/1988, yang ditindaklanjuti dengan SK Menteri Keuangan No. 1251/KMK.013/1988, pemerintah membuka lebih luas lagi bagi bisnis pembiayaan, dengan cakupan kegiatan meliputi leasing, factoring, consumer finance, modal ventura dan kartu kredit.

Sebagai sesama industri keuangan, perkembangan industri leasing relatif tertinggal dibandingkan yang lain, perbankan, misalnya. Terlebih lagi bila dibandingkan dengan perbankan pasca Pakto 1988. Pada era inilah bank muncul dan menjamur bagai musim hujan. Deregulasi yang digulirkan pemerintah di bidang perbankan telah membuahkan banyak sekali bank, walaupun dalam skala gurem. tetapi banyak kalangan menuding, justru Pakto 88 inilah menjadi biang keladi suramnya industri perbankan di kemudian hari. Puncaknya, terjadi pada 1996 ketika pemerintah melikuidasi 16 bank. Langkah itu ternyata masih diikuti dengan dimasukkannya beberapa bank lain dalam perawatan Badan Penyehatan Perbankan Nasional(BPPN).


Meski demikian, perusahaan pembiayaan juga mampu berkembang cukup mengesankan. Hingga saat ini leasing di Indonesia telah ikut berkiprah dalam pembiayaan perusahaan. Jenis barang yang dibiayai pun terus meningkat. Jika sebelumnya hanya terfokus pada pembiayaan transportasi, kini berkembang pada keperluan kantor, manufaktur, konstruksi dan pertanian. Hal ini mengindikasikan multi finance kian dikenal pelaku usaha nasional.

Ada beberapa hal menarik jika kita mencermati konsentrasi dan perkembangan perusahaan leasing. Pada era 1989, misalnya, industri ini di Indonesia cenderung berupaya memperbesar asset. perburuan asset tersebut diantaranya disebabkan tantangan perekonomian menuntut mereka tampil lebih besar, sehat dan kuat. Perusahaan yang tidak beranjak dari skala semula, tampak terguncang-guncang dana akhirnya tutup sama sekali.

Dengan asset dan skala usaha yang besar, muncul anggapan perusahaan lebih andal dibandingkan yang lain. Bagi yang kapasitasnya memang terbatas, mereka berupaya agar tetap tampil megah dan gagah. Maka, dimulailah saling lirik dan penjajakan di antara sesamanya. Skenario selanjutnya, banyak perusahaan leasing yang melakukan penggabungan menjadi satu grup. Tampaknya, langkah ini membuahkan hasil positif. Selain modal dan asset menggelembung, kredibilitas dan penguasaan pasar pun ikut terdongkrak.

Namun gairah menggelembungkan asset tersebut berangsur-angsur mulai pudar. Karena pada tahun berikutnya (1990), industri leasing mulai kembali pada prinsip dasar ekonomi. mereka lebih mengutamakan keuntungan yang sebesar-besarnya.

Sebetulnya, berubahnya orientasi ini dipicu oleh kian sengitnya persaingan di industri leasing. Akibatnya, kehati-hatian menjadi agak terabaikan. Indikasinya, persyaratan untuk memperoleh sewa guna usaha menjadi semakin longgar. Bahkan, kabarnya di Bengkulu, orang bisa mendapatkan sewa guna usaha hanya dengan menyerahkan selembar kartu tanda penduduk (KTP).

Pada tahun 1991, kembali terjadi perubahan besar-besaran pada perusahaan pembiayaan. Seiring dengan kebijakan uang ketat (TMP = tight money policy) – yang lebih dikenal dengan Gebrakan Sumarlin I dan II – suku bunga pun ikut meroket naik. Akibatnya, banyak kredit yang sudah disetujui terpaksa ditunda pencairannya.

Dari sisi permodalan, TMP membuat perusahaan multi finance seperti kehabisan darah. Aliran dana menjadi seret. kalaupun ada, harganya tinggi sekali. Itulah sebabnya banyak di antara mereka yang menggabungkan usahanya. Dengan bergabung, mereka lebih mudah dalam memperoleh kredit, termasuk dari luar negeri.

2. Asosiasi Leasing

Sebetulnya, organisasi ini punya nama lain, seperti yang disebutkan dalam Pasal 1 Anggaran dasar (AD)-nya, yaitu Asosiasi Lembaga Pembiayaan Indonesia (APLI). Tetapi agaknya nama yang pertama lebih dikenal para pelakunya dan masyarakat luas.


ALI didirikan sebagai satu-satunya wadah komunikasi bagi perusahaan-perusahaan pembiayaan. Di sini mereka secara bersama-sama membicarakan dan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi. ALI juga hadir untuk memperjuangkan kepentingan anggotanya kepada pemerintah. Di sisi lain, organisasi ini juga bermaksud menjadi jembatan untuk meneruskan keinginan dan bimbingan pemerintah kepada para anggota.

Sederet sasaran ideal menjadi tujuan didirikannya ALI. Paling tidak, pasal 6 AD-nya menyebutkan lima tujuan utama organisasi ini. Di antaranya memajukan dan mengembangkan peranan lembaga pembiayaan di Indonesia serta memberikan sumbangsih bagi kemajuan perekonomian nasional.

Dalam perjalanan sejarahnya, ALI mengalami pasang naik dan pasang surut. Para pengurus yang silih-berganti berupaya memberikan yang terbaik guna pemecahan, kemajuan dan perkembangannya. Sejak didirikan, tercatat sudah 12 kali terjadi pergantian kepengurusan. Sebetulnya, periodisasi kepengurusan ditetapkan tiap dua tahun. Namun dalam beberapa kasus, terjadi pergantian kepengurusan sebelum masa jabatan berakhir.

3. Dari ALI ke APPI

Pada awalnya, tepatnya tanggal 2 Juli 1982 telah dibentuk Asosiasi Leasing Indonesia (ALI) yang berkedudukan di Jakarta sebagai satu-satunya wadah komunikasi bagi perusahaan-perusahaan leasing di Indonesia. Kehadiran ALI telah dirasakan manfaatnya oleh seluruh pelaku usaha leasing di Indonesia dan ALI telah berhasil melakukan berbagai aktivitas guna kepentingan para anggotanya, termasuk membantu pengembangan industri usaha leasing di Indonesia bersamapemerintah,

Seiring dengan pertumbuhan sektor usaha jasa pembiayaan dan guna menampung aspirasi seluruh anggota maka pada tanggal 20 Juli 2000 telah diambil keputusan untuk mengubah ALI menjadi ASOSIASI PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INDONESIA(APPI).

Keputusan diatas sejalan dengan keberadaan usaha para anggota sebagai perusahaan pembiayaan yang dapat melakukan aktivitas usaha: sewa guna usaha (leasing), anjak piutang (factoring), pembiayaan konsumen (consumer finance), dan kartu kredit (credit card). Dalam perkembangannya pada tanggal 21 Desember 2000 Asosiasi Factoring Indonesia (AFI) juga telah bergabung ke dalam APPI. Sesuai dengan tujuan didirikannya, APPI bersama pemerintah terus berupaya memberikan andil dan peran lebih berarti dalam peningkatan perekonomian nasional khususnya pada sektor usaha jasa pembiayaan.

  Demikian Artikel nya yang tentang sejarah leasing semoga bermanfaat

sumber:.http://jaenal-abidinbin.blogspot.co.id
sumber:http://legalstudies71.blogspot.co.id
Read More