11/25/2017

Truk Menerobos, Jembatan Bailey Ambruk-Lintas Barat Sumatera Menjadi Tidak Berkutik

   Jembatan bailey ©2017/Liputanberita21.com


LIPUTANBERITA21.COM -Truk menerobos, jembatan  bailey amruk- lintas barat sumatera pun lumpuh.
Sebuah truk bermutan lebih dari 7 ton tidak mengindahkan papan peringatan di ujung jembatan.
Padahal disitu tertera dengan jelas aturan kendaraan yang boleh melintas di atas jembatan darurat.
Akibatanya, jembatan bailey yang baru sebulan lebih dipasang di Jalinbar ruas Krui, Pesisir Barat, ambruk saat dilintasi fuso bermuatan lebih dari 7 ton.
Seperti di lansir lampung.tribunnews.com Bupati Pesisir Barat, Agus Itiqlal, mengatakan, jembatan bailey yang berada di Pekon Mandiri, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, ambruk pada Kamis (23/11) sekitar pukul 13.20 WIB.
Ia menyebutkan, jembatan itu ambruk ketika dilintasi Mitsubishi Fuso bernopol B 9913 HI yang bermuatan barang pecah belah dengan berat beban sekitar 14 ton. Fuso tersebut hendak menuju Bengkulu.
"Ini disebabkan ulah para sopir yang membawa kendaraan melebihi kekuatan daya tampung jembatan bailey. Karena kepentingan bisnis membuat kepentingan umum masyarakat jadi terputus," kata Agus usai meninjau lokasi jembatan, Kamis sore.
Pihak Pengawasan dan Perencanaan Jalan dan Jembatan Nasional (P2JN) Lampung mendatangkan jembatan bailey dari Sumatera Selatan untuk mengatasi lumpuhnya Jalinbar.
Proses pemasangan jembatan bailey tersebut menelan waktu sekitar 5 hari.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung, Kadafi, menuturkan, terputusnya Jalinbar sangat memengaruhi perekonomian.
Sebab, jalur Lampung-Bengkulu kini harus ditempuh lewat jalur lain dengan jarak dan waktu yang lebih panjang.
Secara hitungan kasar, menurut Kadafi, kerugian kalangan pengusaha bisa mencapai miliaran rupiah sehari.
"Masyarakat saja sudah pasti rugi, apalagi kalangan pengusaha yang memasok barang ke wilayah sana. Kalau dihitung kerugian per harinya bisa mencapai miliaran," kata Kadafi, Kamis petang,
Meski begitu, ia cenderung menyesalkan lumpuhnya jalur yang menghubungkan Bandar Lampung-Bengkulu itu karena faktor truk yang melebihi kapasitas.
"Disayangkan sekali jembatan itu putus karena beban muatan kendaraan yang melebihi kapasitas," ucap Kadafi.
Agar kejadian tidak terulang, Kadafi berharap, Dinas Perhubungan dan pihak terkait lainnya bisa lebih teliti dalam mengecek muatan angkutan yang melintasi jalanan di Lampung. Perlu tindakan tegas terhadap truk-truk bermuatan barang yang dianggap bisa merusak jalan.
"Oleh karena itu butuh kesadaran semua pihak, agar hal-hal yang kita lakukan tidak sampai merugikan orang banyak," ujarnya.
Setali tiga uang, persoalan kesadaran pengguna jalan juga disoroti Kepala Satuan Kerja Perencanaan Jalan dan Jembatan Nasional (PJN) Wilayah II Lampung, Ryandra Narlan.
Ryandra sangat menyayangkan ambruknya jembatan bailey yang baru dipasang sebulan lalu. Menurut dia, kesadaran masyarakat dalam berkendara memang masih sangat perlu mendapat perhatian.
"Pengendara banyak yang bandel memang. Padahal rambu-rambu sudah kami pasang lengkap dan jelas di sana. Maksimal muatan yang bisa melintas adalah 7 ton. Tetapi ini masih ada kendaraan yang lebih dari itu. Bahkan ada truk tronton yang membawa kendaraan," kata Ryandra, Kamis.
Ryandra mengatakan, pihaknya segera membongkar jembatan bailey yang ambruk runtuh tersebut. Rencananya, pembongkaran jembatan baru bisa dilakukan Sabtu (25/11) besok.
Hal tersebut karena pihak kepolisian masih akan melakukan identifikasi terkait ambruknya jembatan tersebut. Polisi Kecolongan
Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, Kombes Kemas Ahmad Yamin, menyebutkan kepolisian kecolongan atas insiden jembatan ambruk tersebut.
Menurut dia, seharusnya ada petugas yang berjaga agar truk bermuatan berlebih tidak melintasi jembatan bailey.
"Mungkin sedang kecolongan dan lagi human error," kata Kemas, kemarin.
Ia pun mengimbau pengguna jalan dari arah Bandar Lampung yang hendak menuju Krui atau Bengkulu agar tidak lewat Jalinbar ruas Tanggamus. Melainkan menempuh jalur alternatif melalui Lampung Tengah, Kota Bumi, Liwa, Krui, dan sebaliknya.
"Kami juga sudah koordinasi dengan pemerintah setempat agar segera melakukan perbaikan," ujarnya.
Kasatlantas Polres Lampung Barat, AKP Agustinus, menjelaskan, sopir truk tidak mengindahkan informasi tentang daya muatan di jembatan bailey. Padahal, papan informasi itu dipasang di sekitar lokasi jembatan.
"Jadi, jembatan ini tidak kuat menahan beban kendaraan truk itu. Sehingga ambruk," kata Agustinus, kemarin.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa terkait insiden jembatan ambruk. Namun, kepolisian sudah mengamankan sopir dan kernet fuso tersebut.
Menurut Agustinus, jembatan bailey di Pekon Mandiri merupakan satu-satunya jalur yang menghubungkan Krui dan Bengkulu.
"Tidak ada jalur lagi, kecuali memutar lewat Liwa," kata dia.
Hingga Kamis sore, polisi masih berkoordinasi dengan instansi atau pemerintah setempat guna mengevakuasi fuso yang terguling ke sungai.
Sementara itu, warga Pesisir Barat berharap pemerintah cepat mengambil langkah penanganan. Paling tidak, pemerintah membuat jembatan sementara untuk kendaraan pribadi melintas.
Edwin Febrian, warga Pesbar, mengatakan, masyarakat setempat menjadi terdampak utama dari ambruknya jembatan bailey tersebut. "Karena untuk melintas ke Tanggamus kami harus memutar melalui Liwa," kata Edwin.
Syarief, warga lainnya, mengaku kerap melihat kendaraan truk fuso dengan muatan penuh melintas di jembatan ini. Namun, menurut dia, warga tidak bisa berbuat apa-apa. 
Baca Juga

Liputanberita21.com adalah suatu portal berita media yang berada di Indonesia yang berbasis Online yang menyajikan segala jenis Informasi seperti Lowongan kerja,Berita Lampung,Ilmu Pengetahuan,Dunia dan masih banyak lagi lainnya. Liputan Berita 21 di pada tanggal 21/06/2017.

Silakan komentar dengan bahasa indonesia yang baik dan sesuai dengan topik pembahasan
EmoticonEmoticon